Rabu, 19 November 2014

First Birthday Cake Homemade ala Mama Shafa

Duuh udah lama banget nggak nge blog yah..gk kerasa sudah 2 tahun lebih gk nulis..hehe..sampai berdebu blog ini jadinya. Saking sibuknya menikmati kehidupan baru sebagai ibu..sebagai istri..sebagai owner rental..sebagai PNS de el el..haha.. Ramainya hidupku sepertinya :)

Ok..today is my daughter birthday. Shafa Hania Insyira genap berusia 2 tahun. Tahun pertama dulu ak buatin Shafa home made bento yang dibagi-bagi ke temen-temen..tetangga sama saudara-saudara. Kali ini karena hari ini bertepatan dengan operasi my mama mertua (nenek Shafa) jadi ya gk buat-buat acara deh.. Tapinya tetep harus ada yang special dong buat my sweetheart..Akhirnya semalam ak begadang bikin kue ultah buat Shafa. dan..taraaa..inilah hasilnya:
Hasil karya mama buat Shafa
Tiup lilinnya
Kue Potongan Pertama


Alhamdulillah kuenya enak..tampilannya juga cantik..padahal ini kali pertama pegang spuit dan dengan bahan n alat seadanya pula..hihi

Selamat ulang tahun ya nak..semoga menjadi anak solehah, pinter, penghafal al quran n berbakti kepada kedua orang tua. Aamiin

Yang mau resepnya ini kubagi yaa..

TIRAMISU KUKUS :

Bahan A : 200gr gula pasir, 4 butir telur, 1 sdt SP
Bahan B : 150gr terigu, 1 sdt BP, 1 sdt vanili
Bahan C : 200ml santan kara, 100ml minyak goreng
Bahan D : 1 sachet kopi rasa moca, 3 sdm coklat bubuk
Bahan E : Pasta coklat, 2 sdm coklat bubuk

Cara membuat : 
  • Kocok bahan A sampai mengembang
  • Masukkan bahan B dan C bergantian, aduk rata
  • Bagi adonan menjadi tiga bagian, bagian pertama dicampur bahan D, bagian kedua dibiarkan putih, bagian ketiga dicampur bahan E
  • Kukus masing-masing lapisan 10 menit..terakhir matangkan selama 25 menit

BUTTERCREAM :

Bahan : 500gr mentega putih, 1 kaleng SKM putih, gula halus secukupnya, air jeruk lemon 1 sdm

Cara membuat : Kocok smua bahan sampai mengembang dan kaku

Minggu, 28 Oktober 2012

Intervensi mertua. Hufft...

Yeah..galau rasanya pagi ini. Sungguh aku menahan air mata agar tidak tumpah sepanjang perjalananku dari rumah mertua menuju kantor. Kesal sekali rasanya, pengen nangis, pengen marah, pengen teriak. Huaaaaaaaaaaa............

Setelah kemarin minggu waktu pesanan cloth diaperku datang, suami bilang kalo mamanya melarangku membeli popok lagi. Heeey...aku kan gak minta duit mama buat beli popok itu, uang yang buat beli itu uangku sendiri, barang yang kubeli juga buat anakku sendiri, aku gak ganggu jatah bulanan mama, aku gak minta uang lebih ke suami, itu uangku sendiri, hasil kerja kerasku dan sebagai perempuan yang tidak diwajibkan mencari nafkah sudah menjadi hakku mau menggunakan uang itu sesuka hatiku. 

And then..pagi ini aku diintervensi lagi masalah surat dokter untuk keperluan ijin kantorku saat melahirkan kelak. Harus bikin ditempat yang ditunjuk mertuaku, gak boleh dari tempat lain. Aaaaah...periksa kehamilan harus di tempat X, melahirkan harus di tempat X, pengasuh harus sesuai kehendak beliau. Semua harus sesuai dengan keputusan dan perkataan beliau. 

Mau meledak rasanya kepalaku saat ini..Jujur aku tidak suka diintervensi..terlepas dari masalah siapa yang benar dan siapa yang salah tapi ini rumah tanggaku dengan suami. Kalau suamiku saja mengijinkan, kalau suamiku tidak mempermasalahkan sesuatu ya seharusnya memang gak masalah kan. Toh itu tidak merugikan beliau. Baik buruk keputusan kami, apapun resikonya, apapun akibatnya, kami siap kok.

Hmmm...aku sadar aku ma suami memang masih MENUMPANG di rumah mertua, kami belum mampu membeli rumah sendiri. Tapi bukan berarti kami tidak mampu untuk ngontrak lho ya..jangan salah. Kalau mau, kalau tidak menghormati mertua, kalau tidak berusaha keras untuk menjadi anak dan menantu yang baik, aku pasti sudah menerima ajakan suamiku untuk keluar dari rumah mertua. Ini bukan berarti mertuaku jahat, nggak baik, atau galak juga. Mertuaku baik kok, baik banget malah. Hanya saja beliau kadang-kadang entah disengaja atau tidak disengaja melakukan intervensi dalam krhidupan rumah tanggaku dan suami. Sebagai menantu aku berusaha keras untuk dapat menghormati beliau, berbuat baik kepada beliau termasuk menuruti semua keinginan beliau walaupun kadang rasanya berat, menyakitkan dan kulakukan dengan setengah terpaksa. Berbakti kepada orang tua itu besar pahalanya bukan???

Ya Allah..sabarkanlah hati hambaMu ini. Amien...

Jumat, 16 Maret 2012

Mimpi dan air mata untuk STATISTISI...

Hhhhh...saat ini hatiku kacau balau...air mataku sudah nyaris jatuh. Kecewa sekali rasanya. Serasa ada sebuah lubang di hatiku...

Statistisi...entah kenapa saat ini aku sungguh ingin menjadi statistisi mengingat aku ini lulusan STIS jurusan Komputasi Statistik. Dulu...memang aku sungguh ingin ditempatkan di SIS, dekat dengan orang-orang yang pinter komputer, belajar coding, database dll. bahkan aku sangat takut jika terlempar di subject meter karena itu jelas akan membuatku belajar dengan keras untuk bisa memahami begitu banyak survey, sensus, dll. Namun...seiring berjalannya waktu dan melihat sepertinya jabatan pranata komputer itu tidak menjajikan masa depan yang bagus untukku aku jadi sungguh berharap bahkan bermimpi untuk menjadi seorang statistisi. Toh jurusanku kan Komputasi Statistik, masih ada kata STATISTIKNYA  dan seharusnya masih bisa juga untuk menjadi seorang Statistisi...

Yeah...tadinya statistisi itu hanyalah doa dan harapanku saja karena aku sadar kecil kemungkinan untuk mewujudkannya. Namun, ketika ada seorang ibu yang bak malaikat menawariku untuk ditempatkan di Direktorat Pertanian betapa senang hatiku. BERARTI ADA KESEMPATAN...ya...ada kesempatan. Rasanya semua beban penempatan di pundakku terangkat, yeah...aku bisa menjadi statistisi. Alhamdulillah...

TAPI...semuanya ternyata hanya mimpi. Dan kini aku terbangun dari khayalku. Baru saja aku menemui ibu itu dan aku menanyakan mengenai tawaran beliau kemarin untuk menarikku ke subditnya. Ternyata semua tak seindah khayalku. Ibu itu berkata, "Maaf tidak bisa...saya baru dapat pegawai pindahan dari Kepri." DUARRR...serasa ada bom yang meledak di kepalaku dan langsung melubangi hatiku. Teganya ibu itu memberiku harapan dan menghancurkannya dalam sekejab mata. Ya Allah...kuatkan hamba. Mungkin ibu itu memang dalam posisi tidak bisa. benar-benar tidak bisa...

Menjadi seorang STATISTISI...ternyata itu hanya ada dalam mimpiku dan mimpi itu juga menyita air mataku. Harapan ini...masih bisakah??? masih mungkinkah??? masih ada kesempatan lainkah???

Ya Allah...tegarkan aku untuk menghapus air mata ini... kuatkan aku untuk tidak meyesali semua ini. mungkin ini yang terbaik dariMu untukku ya Rabb, karena aku selalu berusaha meyakini bahwa walaupun pahit, Engkau jauh lebih tau apa yang terbaik bagi hambaMu...

Minggu, 11 Maret 2012

Yey...i'm Pregnant

Senangnya hatiku...ada anak dalam perutku...
Hehehe...walau sebenarnya aku sudah tau kalo aku hamil sejak beberapa hari yang lalu. Tapi karena sempet nulisnya sekarang ya gk apa-apa lah ya... 

Bahagia rasanya setelah tahu benar-benar ada seorang anak dalam perutku...seorang anak hasil dari buah cintaku dengan suami...Hmmm...alhamdulillah ya Allah...semoga anakku kelak menjadi anak yang soleh/solihah, bisa menjadi hafidz/hafidzah, pinter serta sayang pada keluarga...

Yang harus digaris bawahi...ternyata menjadi seorang ibu itu gak gampang loh...bayangin aja...mendadak muncul ratusan jerawat di punggungku. mulai dari yang kecil sampai yang segede2 jagung...hummm kan sakit ya say...belum lagi payudar* rasanya keras, kenceng, sakit kalo dipegang. Kaya kalo mau mens gitu lah..tapi lebih sakit lagi... Akibatnya kalo mau berhubungan dengan suami rasanya jadi kurang nyaman (walau endingnya juga tetep enak. hehehe)... trus perut enek, mual, pengen muntah terus...males makan, laper terus tapi gak nafsu makan. Tapi anehnya kalo deket suami makanku jadi lahap dan banyak. walah...dedeknya pengen deket-deket terus ya sama papa ya...

LUAR BIASA...rasanya dua kata itu cukup untuk menggambarkan perasaanku saat ini, senang, bahagia, takut, bingung, campur aduk jadi satu...

Saat hari pertama aku tau perihal kehamilanku, hal yang pertama kuingat setelah rasa syukurku kepada Allah adalah papi...bagaimana perasaan beliau jika tau aku hamil, jika tau beliau hendak punya cucu lagi..."Apa papi senang pi???" dan sinar mata kebahagiaan di mata suamiku saat aku memberitahukan kehamilanku waktu itu, samakah dengan sinar kebahagiaan papi saat mami mengandungku dulu?? hhhhhhh....nyeri rasanya...sepanjang perjalanan menuju kantor aku menangis sembari bertasbih. Kangen sekali anakmu ini dengan pelukanmu pi... dan mamiku sayang...terima kasih, sungguh aku tau betapa bahagianya engkau saat aku mulai hadir dalam kehidupanmu.. 

Yeah...lanjut ya...kemaren sabtu aku periksa ke bidan di rumah bersalin bidara mulia. Saat di USG tidak tampak apapun dalam perutku..hikshiks..nak...sekecil apakah engkau sehingga dirimu belum bisa terlihat??? Takut rasanya, apa aku tidak benar-penar hamil ya??? itu yang kupikirkan kemarin. Sampai-sampai hari minggunya aku tes urin lagi pakai testpack dan emang hasilnya positif kok...mungkin emang terlalu dini ya nak jika mama ingin melihatmu sekarang. Cepatlah tumbuh besar anakku, tumbuh besar dalam cinta mama dan papamu.. Muah muah muah...

Kayanya cerita hari ini cukup sampai disini...si dedek lagi pengen nglanjutin nonton city hunter tu...hehehe...
Bye....


Selasa, 06 Maret 2012

Pernikahan itu...manis, asem, asin, pahit...NANO-NANO

Sudah 1 bulan sejak aku mendapatkan buku nikah hasil pernikahan resmiku bersama suami tercinta Roni Raulani...Yah...bulan pertama kulalui dengan tidak mudah. hehehe...namanya menyatukan dua kepala yang berbeda dengan background keluarga yang berbeda pasti ada lika likunya...
Pertengkaran pagi-pagi karena suami susah dibangunin, atau keributan tengah malam karena suami masih nonton tv sedangkan aku sudah sangat ingin tidur, belum lagi kalo suami sudah lapar padahal badanku masih sangat capek... hmmm... berat memang...
Tapi bukan berarti aku tidak bahagia...sungguh aku sangat bahagia. Dan pertengkaran maupun keributan kecil itu aku anggap sebagai kerikil kecil dalam rumah tangga kami, yang insya Allah tidak akan menghalangi kami untuk mengendarai bahtera rumah tangga kami menuju surga dunia dan akhirat. Insya Allah, Amien...
Tips-tips buat para penganten baru yang sedang menyesuaikan diri...hehehe...sok banget ya pake berbagi tips segala padahal akunya juga masih belajar.

  • Selalu bersyukur, apapun itu...bersyukurlah kita sudah punya suami, sudah punya istri yang sangat mencintai kita. punya tempat berbagi, teman tidur teman makan, teman curhat, teman berbagi duit, teman berbagi duka dan semuanya..saat pertengkaran terjadi, ingatlah betapa saat janji suci itu diucapkan, rasa cinta kita pada pasangan sangatlah besar. Dan yakinlah bahwa cintanya pada kita pun tak kalah besar, saat itu, sekarang, dan sampai nanti...Masih banyak kok orang-orang yang belum ketemu jodohnya, yang pengen menikah tapi belum bisa. Jadi bersyukurlah...bahwa walaupun kita sedang bertengkar dengannya namun rasa syukur itu masih ada
  • Inget saat-saat menikah, betapa bahagianya kita saat itu...hummm...lihatlah foto pernikahanku kawan...betapa bahagianya kami saat itu...dan apakah pertengkaran kecil harus meruntuhkan semua kebahagiaan itu??? tentu tidak...kebahagian itu akan terus berlanjut sampai akhir hayat kami. Cintanya padaku akan selalu ada, SAMPAI MATI (Seperti yang diucapkannya ketika akad nikah kami)


  • Bicara...jangan pendam luka, jangan pendam sakit hati, jangan biarkan rasa sakit itu melukai hatimu sendiri. kalo kita tidak bicara pada pasangan apa yang membuat kita marah, diam dan tersakiti maka masalah tidak akan selesai. Bahkan bisa jadi bisa membesar atau bisa menghasilkan masalah-masalah baru lainnya...bisa jadi pasangan kita tidak sadar bahwa apa yang dilakukannya itu menyinggung kita. Menurut dia biasa-biasa saja tapi menurut kita itu sudah keterlaluan. Kalau kita tidak bicara, bagaimana dia bisa tau, bagaimana kita bisa menemukan solusi dan obat untuk luka itu??? Bicara itu penting...dan lakukanlah pembicaraan dengan pasangan dalam kondisi santai, kepala dingin serta tanpa emosi. Singkirkan ego, kedepankan cinta..jangan sungkan untuk mengungkapkan rasa sayang, karena setegang apapun keadaan saat ada ucapan "AKU SAYANG KAMU" maka seketika itu gunung es itu akan mencair, sedikit-sedikit dan pada akhirnya akan menghangat, bahkan panas. Hehe...
  • Yang paling penting ni...selesaikan semua urusan di kamar/ranjang. hihihi...yang ini aku ambil dari buku karangan asma nadia yang aku sendiri lupa judulnya apa. Tapi itulah salah satu resep langgengnya rumah tangga menurut buku itu. Dan...sudah kubuktikan, ternyata memang tips terakhir ini sangat penting. Berbicara di kamar, menangis di kamar, berteriak marang di kamar itu efektif loh...orang lain tidak tahu, dan karena itu area privat saat kita menangis pasangan kita tidak akan sungkan untuk memeluk, saat kita berteriak, pasangan kita tidak akan sungkan untuk menatap dengan penuh cinta, mencium dengan penuh kasih...dan selanjutnya terserah anda...hehehehe... so pasti kalo sudah begitu endingnya pasti bahagia... :P
Yah...kira-kira segitu dulu tipsnya...walau kadang pahit, asin, asem, tapi pada dasarnya sebuah rumah tangga itu manis kok, indah sekali. tinggal bagaimana setiap pasangan itu memanagenya...

For the last... I love you so much my husband... Terima kasih atas ucapan maaf dan pelukanmu pagi ini, insya Allah itu bisa menghapus luka hatiku semalam... i miss u so much honey...

Minggu, 19 Februari 2012

Pondok Mertua Indah

Hmmm...setelah lamaaaa sekali aku tidak pernah menulis...padahal banyak sekali ide-ide yang bercokol di kepalaku, oke...mungkin ini saat yang tepat untuk memulai. hehehe...

Pondok Mertua Indah...sesuai judulnya, aku yang saat ini notabenenya adalah seorang pengantin baru memang tinggal di rumah mertuaku bersama suamiku tercinta. Hmmm...enak yah itulah kata yang menggambarkan awal mula kehidupanku disana. Mertua rajin masak, masakannya enak-enak, rumah bagus, perabotan lengkap, suami baik, keluarga suami banyak, saudara suami banyak, tempatnya deket kosanku yang artinya lingkungan di situ sudha kukenal dengan baik. Okeh...sejenak memang terlihat perfect. hoho...

Tapi gak semuanya menyenangkan juga ternyata. Ada hal-hal kecil yang awalnya tak terlalu kupikirkan namun lama-lama mengusikku juga. yah...namanya juga tinggal dengan keluarga yang baru kukenal, dengan banyak adat- istiadat yang berbeda dengan keluargaku tentunya. Mama mertuaku memang rajin masak dan masakannya pun enak-enak. Tapi... karena beliau orang betawi dan aku jawa asli, kadangkala aku juga ingin merasakan masakan yang sesuai dengan lidahku. (Nasi hangat dengan belut goreng, pete goreng dan sambel trasi)...nyam nyam nyam...lezat sekali sodara-sodara... yah...tapi apa dayaku ternyata semua itu hanya ada di anganku karena disaat aku pergi ke pasar dan ngiler karena liat belut yang gendut-gendut dirumah mama mertuaku sedang menyiapkan sayur ikan peda campur jagung manis dan pete. mari telan ludah saja. cleguk cleguk. hehehe...

Trus...pagi-pagi saat aku sedang menyiapkan spagetti kesukaan suamiku (yang diharapkan berdiet untuk mempersiapkan acara ngunduh mantu) mamaku bilang "Harusnya kurusin dulu...jangan bikin masakan yang kaya gini dulu.." walaupun itu disampaikan dengan nada bercanda..tapi...helloo...mama mertuaku sayang apa yang salah dengan spagetti, burger, hot dog dll...setahuku yang menggemukkan itu justru nasi. trus yang benar tu suamiku harus sarapan apa?? nasi uduk? nasi ulam? nasi kebuli? yah...itu justru menggemukkan dalam kacamataku. Lagipula suamiku suka dengan semua yang kusiapkan ma..maafkan aku, tapi kumohon mengertilah...

Belum lagi ketika aku memang saat masih lajang dulu rajin membeli perlengkapan masak, perlengkapan rumah tangga, karena aku tinggal dengan mertua dengan seluruh perabotannya jadi yah...semua barang-barangku hanya bisa diletakkan dalam kardus, nganggur..tak dipakai...

Hoahem...bukan aku ingin mengeluh, bukan aku tidak bahagia tinggal bersama mertua (karena mertuaku itu sungguh baik hati kawan...hanya mungkin adakalanya berbeda pola pikir denganku). Namun...ternyata semua ini tidak semudah yang aku bayangkan..

Yah...semoga saja, seiring berjalannya waktu aku jadi makin terbiasa. Bukankah mertua itu orang tuaku juga??? dan merawatnya adalah salah satu bentuk ibadah juga...kuatkan hamba ya Allah...amien