Minggu, 19 Februari 2012

Pondok Mertua Indah

Hmmm...setelah lamaaaa sekali aku tidak pernah menulis...padahal banyak sekali ide-ide yang bercokol di kepalaku, oke...mungkin ini saat yang tepat untuk memulai. hehehe...

Pondok Mertua Indah...sesuai judulnya, aku yang saat ini notabenenya adalah seorang pengantin baru memang tinggal di rumah mertuaku bersama suamiku tercinta. Hmmm...enak yah itulah kata yang menggambarkan awal mula kehidupanku disana. Mertua rajin masak, masakannya enak-enak, rumah bagus, perabotan lengkap, suami baik, keluarga suami banyak, saudara suami banyak, tempatnya deket kosanku yang artinya lingkungan di situ sudha kukenal dengan baik. Okeh...sejenak memang terlihat perfect. hoho...

Tapi gak semuanya menyenangkan juga ternyata. Ada hal-hal kecil yang awalnya tak terlalu kupikirkan namun lama-lama mengusikku juga. yah...namanya juga tinggal dengan keluarga yang baru kukenal, dengan banyak adat- istiadat yang berbeda dengan keluargaku tentunya. Mama mertuaku memang rajin masak dan masakannya pun enak-enak. Tapi... karena beliau orang betawi dan aku jawa asli, kadangkala aku juga ingin merasakan masakan yang sesuai dengan lidahku. (Nasi hangat dengan belut goreng, pete goreng dan sambel trasi)...nyam nyam nyam...lezat sekali sodara-sodara... yah...tapi apa dayaku ternyata semua itu hanya ada di anganku karena disaat aku pergi ke pasar dan ngiler karena liat belut yang gendut-gendut dirumah mama mertuaku sedang menyiapkan sayur ikan peda campur jagung manis dan pete. mari telan ludah saja. cleguk cleguk. hehehe...

Trus...pagi-pagi saat aku sedang menyiapkan spagetti kesukaan suamiku (yang diharapkan berdiet untuk mempersiapkan acara ngunduh mantu) mamaku bilang "Harusnya kurusin dulu...jangan bikin masakan yang kaya gini dulu.." walaupun itu disampaikan dengan nada bercanda..tapi...helloo...mama mertuaku sayang apa yang salah dengan spagetti, burger, hot dog dll...setahuku yang menggemukkan itu justru nasi. trus yang benar tu suamiku harus sarapan apa?? nasi uduk? nasi ulam? nasi kebuli? yah...itu justru menggemukkan dalam kacamataku. Lagipula suamiku suka dengan semua yang kusiapkan ma..maafkan aku, tapi kumohon mengertilah...

Belum lagi ketika aku memang saat masih lajang dulu rajin membeli perlengkapan masak, perlengkapan rumah tangga, karena aku tinggal dengan mertua dengan seluruh perabotannya jadi yah...semua barang-barangku hanya bisa diletakkan dalam kardus, nganggur..tak dipakai...

Hoahem...bukan aku ingin mengeluh, bukan aku tidak bahagia tinggal bersama mertua (karena mertuaku itu sungguh baik hati kawan...hanya mungkin adakalanya berbeda pola pikir denganku). Namun...ternyata semua ini tidak semudah yang aku bayangkan..

Yah...semoga saja, seiring berjalannya waktu aku jadi makin terbiasa. Bukankah mertua itu orang tuaku juga??? dan merawatnya adalah salah satu bentuk ibadah juga...kuatkan hamba ya Allah...amien

Tidak ada komentar:

Posting Komentar