Sudah 1 bulan sejak aku mendapatkan buku nikah hasil pernikahan resmiku bersama suami tercinta Roni Raulani...Yah...bulan pertama kulalui dengan tidak mudah. hehehe...namanya menyatukan dua kepala yang berbeda dengan background keluarga yang berbeda pasti ada lika likunya...
Pertengkaran pagi-pagi karena suami susah dibangunin, atau keributan tengah malam karena suami masih nonton tv sedangkan aku sudah sangat ingin tidur, belum lagi kalo suami sudah lapar padahal badanku masih sangat capek... hmmm... berat memang...
Tapi bukan berarti aku tidak bahagia...sungguh aku sangat bahagia. Dan pertengkaran maupun keributan kecil itu aku anggap sebagai kerikil kecil dalam rumah tangga kami, yang insya Allah tidak akan menghalangi kami untuk mengendarai bahtera rumah tangga kami menuju surga dunia dan akhirat. Insya Allah, Amien...
Tips-tips buat para penganten baru yang sedang menyesuaikan diri...hehehe...sok banget ya pake berbagi tips segala padahal akunya juga masih belajar.
- Selalu bersyukur, apapun itu...bersyukurlah kita sudah punya suami, sudah punya istri yang sangat mencintai kita. punya tempat berbagi, teman tidur teman makan, teman curhat, teman berbagi duit, teman berbagi duka dan semuanya..saat pertengkaran terjadi, ingatlah betapa saat janji suci itu diucapkan, rasa cinta kita pada pasangan sangatlah besar. Dan yakinlah bahwa cintanya pada kita pun tak kalah besar, saat itu, sekarang, dan sampai nanti...Masih banyak kok orang-orang yang belum ketemu jodohnya, yang pengen menikah tapi belum bisa. Jadi bersyukurlah...bahwa walaupun kita sedang bertengkar dengannya namun rasa syukur itu masih ada
- Inget saat-saat menikah, betapa bahagianya kita saat itu...hummm...lihatlah foto pernikahanku kawan...betapa bahagianya kami saat itu...dan apakah pertengkaran kecil harus meruntuhkan semua kebahagiaan itu??? tentu tidak...kebahagian itu akan terus berlanjut sampai akhir hayat kami. Cintanya padaku akan selalu ada, SAMPAI MATI (Seperti yang diucapkannya ketika akad nikah kami)
- Bicara...jangan pendam luka, jangan pendam sakit hati, jangan biarkan rasa sakit itu melukai hatimu sendiri. kalo kita tidak bicara pada pasangan apa yang membuat kita marah, diam dan tersakiti maka masalah tidak akan selesai. Bahkan bisa jadi bisa membesar atau bisa menghasilkan masalah-masalah baru lainnya...bisa jadi pasangan kita tidak sadar bahwa apa yang dilakukannya itu menyinggung kita. Menurut dia biasa-biasa saja tapi menurut kita itu sudah keterlaluan. Kalau kita tidak bicara, bagaimana dia bisa tau, bagaimana kita bisa menemukan solusi dan obat untuk luka itu??? Bicara itu penting...dan lakukanlah pembicaraan dengan pasangan dalam kondisi santai, kepala dingin serta tanpa emosi. Singkirkan ego, kedepankan cinta..jangan sungkan untuk mengungkapkan rasa sayang, karena setegang apapun keadaan saat ada ucapan "AKU SAYANG KAMU" maka seketika itu gunung es itu akan mencair, sedikit-sedikit dan pada akhirnya akan menghangat, bahkan panas. Hehe...
- Yang paling penting ni...selesaikan semua urusan di kamar/ranjang. hihihi...yang ini aku ambil dari buku karangan asma nadia yang aku sendiri lupa judulnya apa. Tapi itulah salah satu resep langgengnya rumah tangga menurut buku itu. Dan...sudah kubuktikan, ternyata memang tips terakhir ini sangat penting. Berbicara di kamar, menangis di kamar, berteriak marang di kamar itu efektif loh...orang lain tidak tahu, dan karena itu area privat saat kita menangis pasangan kita tidak akan sungkan untuk memeluk, saat kita berteriak, pasangan kita tidak akan sungkan untuk menatap dengan penuh cinta, mencium dengan penuh kasih...dan selanjutnya terserah anda...hehehehe... so pasti kalo sudah begitu endingnya pasti bahagia... :P
Yah...kira-kira segitu dulu tipsnya...walau kadang pahit, asin, asem, tapi pada dasarnya sebuah rumah tangga itu manis kok, indah sekali. tinggal bagaimana setiap pasangan itu memanagenya...
For the last... I love you so much my husband... Terima kasih atas ucapan maaf dan pelukanmu pagi ini, insya Allah itu bisa menghapus luka hatiku semalam... i miss u so much honey...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar