Jumat, 16 Maret 2012

Mimpi dan air mata untuk STATISTISI...

Hhhhh...saat ini hatiku kacau balau...air mataku sudah nyaris jatuh. Kecewa sekali rasanya. Serasa ada sebuah lubang di hatiku...

Statistisi...entah kenapa saat ini aku sungguh ingin menjadi statistisi mengingat aku ini lulusan STIS jurusan Komputasi Statistik. Dulu...memang aku sungguh ingin ditempatkan di SIS, dekat dengan orang-orang yang pinter komputer, belajar coding, database dll. bahkan aku sangat takut jika terlempar di subject meter karena itu jelas akan membuatku belajar dengan keras untuk bisa memahami begitu banyak survey, sensus, dll. Namun...seiring berjalannya waktu dan melihat sepertinya jabatan pranata komputer itu tidak menjajikan masa depan yang bagus untukku aku jadi sungguh berharap bahkan bermimpi untuk menjadi seorang statistisi. Toh jurusanku kan Komputasi Statistik, masih ada kata STATISTIKNYA  dan seharusnya masih bisa juga untuk menjadi seorang Statistisi...

Yeah...tadinya statistisi itu hanyalah doa dan harapanku saja karena aku sadar kecil kemungkinan untuk mewujudkannya. Namun, ketika ada seorang ibu yang bak malaikat menawariku untuk ditempatkan di Direktorat Pertanian betapa senang hatiku. BERARTI ADA KESEMPATAN...ya...ada kesempatan. Rasanya semua beban penempatan di pundakku terangkat, yeah...aku bisa menjadi statistisi. Alhamdulillah...

TAPI...semuanya ternyata hanya mimpi. Dan kini aku terbangun dari khayalku. Baru saja aku menemui ibu itu dan aku menanyakan mengenai tawaran beliau kemarin untuk menarikku ke subditnya. Ternyata semua tak seindah khayalku. Ibu itu berkata, "Maaf tidak bisa...saya baru dapat pegawai pindahan dari Kepri." DUARRR...serasa ada bom yang meledak di kepalaku dan langsung melubangi hatiku. Teganya ibu itu memberiku harapan dan menghancurkannya dalam sekejab mata. Ya Allah...kuatkan hamba. Mungkin ibu itu memang dalam posisi tidak bisa. benar-benar tidak bisa...

Menjadi seorang STATISTISI...ternyata itu hanya ada dalam mimpiku dan mimpi itu juga menyita air mataku. Harapan ini...masih bisakah??? masih mungkinkah??? masih ada kesempatan lainkah???

Ya Allah...tegarkan aku untuk menghapus air mata ini... kuatkan aku untuk tidak meyesali semua ini. mungkin ini yang terbaik dariMu untukku ya Rabb, karena aku selalu berusaha meyakini bahwa walaupun pahit, Engkau jauh lebih tau apa yang terbaik bagi hambaMu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar