Yeah..galau rasanya pagi ini. Sungguh aku menahan air mata agar tidak tumpah sepanjang perjalananku dari rumah mertua menuju kantor. Kesal sekali rasanya, pengen nangis, pengen marah, pengen teriak. Huaaaaaaaaaaa............
Setelah kemarin minggu waktu pesanan cloth diaperku datang, suami bilang kalo mamanya melarangku membeli popok lagi. Heeey...aku kan gak minta duit mama buat beli popok itu, uang yang buat beli itu uangku sendiri, barang yang kubeli juga buat anakku sendiri, aku gak ganggu jatah bulanan mama, aku gak minta uang lebih ke suami, itu uangku sendiri, hasil kerja kerasku dan sebagai perempuan yang tidak diwajibkan mencari nafkah sudah menjadi hakku mau menggunakan uang itu sesuka hatiku.
And then..pagi ini aku diintervensi lagi masalah surat dokter untuk keperluan ijin kantorku saat melahirkan kelak. Harus bikin ditempat yang ditunjuk mertuaku, gak boleh dari tempat lain. Aaaaah...periksa kehamilan harus di tempat X, melahirkan harus di tempat X, pengasuh harus sesuai kehendak beliau. Semua harus sesuai dengan keputusan dan perkataan beliau.
Mau meledak rasanya kepalaku saat ini..Jujur aku tidak suka diintervensi..terlepas dari masalah siapa yang benar dan siapa yang salah tapi ini rumah tanggaku dengan suami. Kalau suamiku saja mengijinkan, kalau suamiku tidak mempermasalahkan sesuatu ya seharusnya memang gak masalah kan. Toh itu tidak merugikan beliau. Baik buruk keputusan kami, apapun resikonya, apapun akibatnya, kami siap kok.
Hmmm...aku sadar aku ma suami memang masih MENUMPANG di rumah mertua, kami belum mampu membeli rumah sendiri. Tapi bukan berarti kami tidak mampu untuk ngontrak lho ya..jangan salah. Kalau mau, kalau tidak menghormati mertua, kalau tidak berusaha keras untuk menjadi anak dan menantu yang baik, aku pasti sudah menerima ajakan suamiku untuk keluar dari rumah mertua. Ini bukan berarti mertuaku jahat, nggak baik, atau galak juga. Mertuaku baik kok, baik banget malah. Hanya saja beliau kadang-kadang entah disengaja atau tidak disengaja melakukan intervensi dalam krhidupan rumah tanggaku dan suami. Sebagai menantu aku berusaha keras untuk dapat menghormati beliau, berbuat baik kepada beliau termasuk menuruti semua keinginan beliau walaupun kadang rasanya berat, menyakitkan dan kulakukan dengan setengah terpaksa. Berbakti kepada orang tua itu besar pahalanya bukan???
Ya Allah..sabarkanlah hati hambaMu ini. Amien...